Cinta Sebatas Mimpi

Ketika panah cinta asmara melesat sebelum busurnya ditarik

maka…

kasih tak sampai…

hanya sebatas mimpi….

hayalan setinggi langit…

Kita akui terlalu banyak contoh cinta asmara berbuah sebelum waktu panennya, ditambah lagi hati manusia yang lemah akan perihal cinta ini, berawal dari sebuah pandangan kemudian turun ke hati, tidak sedikit membuat panah cinta melesat sebelum busurnya ditarik yang didukung oleh lemahnya iman.

Cukup! saudaraku jangan engkau menebar pandanganmu dengan melasatkan cinta sebelum busurnya ditarik, bila belum mampu engkau halalkan, maka bersabarlah dan mintalah pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla. Jikalau engkau teruskan maka engkau bagaikan hanya mendengar atau melihat buah yang ranum, matang dan manis, tetapi apa daya tangan tidak bisa menjangkau ke pohonnya.

Bila memang sudah mampu, jangan lagi hanya bermimpi dengan cinta tersebut… menghayal setinggi langit, sudah tiba saatnya segera ia halalkan.

Memang kita akui terkadang waktu halalnya tidak sepanjang galah.

Tetapi berjuanglah…. cinta itu perjuangan dan dalam setiap perjuangan ada pengorbanan.

Agar tidak menjadi cinta sebatas mimpi….

Saudaraku… ikhwan sekalian…

Jika memang telah sama-sama ridha, merasa hati kelak akan bersatu, merasa ia adalah patner dan mitra yang tepat, untuk saling bahu-membahu meraih cinta Allah menuju surgaNya. Maka, segeralah temui ayahanda nya, katakanlah anda hendak meminta ayahandanya agar melepas tanggung jawabnya kepada anda atas izin Allah dan siap menerima tangggung jawab tersebut.

Jadilah laki-laki bertanggung jawab… solusi bagi yang jatuh cinta adalah menghalalkanya dalam naungan syariat…

Tunjukan keseriusan dan pengorbanan….

Cinta butuh pengorbanan salah satunya adalah menghalalkan cinta tersebut… dikala yang haram seakan-akan di permudah.

Datangi kediamanan orang tuanya… dan katakanlah sebagaimana laki-laki… buktikan kelakian mu!

Terakhir teringat sebuah ungkapan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam syairnya:

Setiap bencana berawal dari pandangan mata,

Sebagaimana api yang besar berasal dari percikan bara.

Berapa banyak pandangan sanggup menembus relung hati,

Seperti  kekuatan anak panah yang lepas dari busur tali.

Seorang hamba, selama mengumbar pandangannya untuk memandang selainnya,

Maka dia berada dalam bahaya.

Ia menyenangkan mata dengan sesuatu yang membahayakan hatinya,

Maka janganlah menyambut  kesenangan yang akan membawa bencana.

 

Allahul Musta’an

Leave a Reply

Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 13 Desember 2017
Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 29 Nov 2017
Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG