Untaian Nasihat Untukmu Wahai Para Guru

Para pembaca yang budiman dan dirahmati Allah ta’ala, dalam postingan kali ini saya akan menyampaikan sebuah untaian nasihat yang indah dari Syaikh Ibrahim bin Abdullah ad-Duwaisy, teruntuk para guru atau para pendidik, mari kita simak untaian nasihat dari beliau,

“Duhai para guru, laki dan perempuan. Sesungguhnya telah shahih dalam sebuah hadits, dimana Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: (( إن الله وملائكته وأهل السموات والأرضين حتى النملة في حجرها على معلم الناس الخير))  [رواه الترمذي]

Sesungguhnya Allah, para malaikat serta seluruh penduduk langit dan bumi sampai kiranya semuat didalam sarangnya, mereka semua bershalawat (mendo’akan) kepada orang yang mengajari manusia kebaikan“. [HRS. Tirmidzi]

Dalam hadits yang lain, Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: « مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا » [رواه مسلم و أبو داود والترمذي وابن ماجه].

Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya pahala semisal pahala orang yang mengikuti petunjuk tersebut tanpa dikurangi pahala mereka sedikitpun“. [HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Dan saya mempunyai perasaan bahwa engkau wahai pada pendidik, baik laki maupun perempuan, adalah bagian dari para pengajar kebaikan kepada manusia. Dan termasuk dari kalangan orang yang mengajak kepada petunjuk. Kalian rela duduk menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan, berhari-hari, berbulan, berpuluh-puluh tahun bersama anak-anak kaum muslimin.

Semoga Allah merahmati Abdullah bin Mubarak, dimana beliau pernah mengatakan: ‘Kami dengan keberadaan yang kurang sekali dengan adab, sangat membutuhkan pada ilmu yang banyak’.

Dan cara terbaik, dan mudah serta bagus yang aku ketahui di dalam mendidik orang adalah dengan bersikap tawadhu (rendah diri) dibarengi dengan seni dalam cara bergaul dan berakhlak yang luhur bersama para murid. Namun, hal itu tidak mudah melainkan bagi orang yang telah dikarunia ikhlas oleh Allah Ta’ala di dalam ilmu dan amalnya. Maka kita  memohon kepada Allah yang Maha Pemurah untuk mendapat keutamaanNya.

Menghargai murid, mengesankan kecintaan yang besar pada mereka, serta tanggap dan memiliki kesungguhan dalam menangani kesulitan, problematika, serta kesedihan yang mereka alami, dengan memberi toleransi terhadap kesalahan yang tidak disengaja, tersenyum, sabar, lembut didalam mengarahkan, didukung dengan pembawaan ilmu yang kuat. Maka ini semua merupakan bagian tanda dari tanda-tanda suksesnya pribadi seorang pendidik.

Adapun kasar, tertutup, tidak terbuka, enggan untuk diskusi, serta ngotot pada pendapatnya, dan tidak mau mengalah, dengan dalih untuk menjawa kewibawaan pribadinya dihadapan para murid maka itu merupakan pemahaman keliru yang tidak menambah tanah melainkan kotornya.

Ingatlah, sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut yang mencintai kelembutan, dan memberikan kepada sikap lemah lembut apa yang tidak diberikan kepada sikap kasar, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang ada pada shahih Muslim.

Duhai para pendidik, Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda dalam sebuah hadits yang shahih:

قَالَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم:  « مَنْ يُحْرَمِ الرِّفْقَ يُحْرَمِ الْخَيْرَ » [رواه مسلم]

Barangsiapa yang terhalangi dari sikap lemah lembut maka dirinya terhalangi dari kebaikan semuanya“. [HR Muslim]

Hati para murid yang setiap harinya duduk dihadapanmu, betapapun sampai pada tingkatan lalai dan kering, namun, ia tetap butuh pada yang namanya sikap lemah lembut dan kasih sayang. Maka sesungguhnya bersikap lemah lembut, berakhlak yang baik, bijak dalam bertutur, dibarengi kalimat yang menyentuh, itu semua bisa menjadi kunci pembuka yang menakjubkan didalam mengambil hati orang dan mengarahkan mereka.

Akan tetapi, berapa banyakpun ibroh yang telah diberikan –maka selalu saya katakan satu kali, tiga sampai sepuluh- semuanya ada pada keikhlasan kepada Allah Ta’ala, sehingga barangsiapa yang telah mendapatkan maka ia akan mendapatkan kebaikan yang sangat banyak. Seperti diucapkan dalam sebuah ungkapan; ‘Tidak sama orang yang menangis karena keinginan sendiri dengan orang yang menangis karena dibayar’. Dan Orang yang cerdas cukup hanya dengan isyarat.”

Semoga bermanfaat.

Referensi :

(Lorong Hati) طريقنا إلى القلوب, Syaikh Ibrahim bin Abdullah ad-Duwaisy

Leave a Reply

Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 13 Desember 2017
Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 29 Nov 2017
Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG