Ketika Cinta Menyapa Relung Hati di Kampusku Bagian 3

Saudara-saudariku yang di rahmati Allah, langkah selanjutnya ketika anugrah itu menyapa kita….

Maka gunakanlah syariat Allah sebagai payung hukum kita….

Pastikan dari awal hubungan kita dengan dia sesuai sunnah Shallallahu’alahi wa sallam….

Pastikan hubungan kita dibangun diatas firman-firman Allah dan hadits-hadits Nabi Shallallahu’alahi wa sallam….

Pastikan dari awal….

Karena bila dari awal sudah salah maka fatal…

Permisalan kita memasuki tol dari Bandung menuju Jakarta tetapi pas diawal salah belok yang ternyata belokan tersebut menuju ke arah cileunyi maka fatal… kita tidak akan sampai Jakarta tapi sampai ke Cileunyi…

Coba tanya kepada diri kita…

Mau di bawa kemana hubungan tersebut…

Mau apa yang kita harapkan dan dapatkan dari hubungan tersebut…

Kalau kita harapkan dia menjadi pasangan sejati kita… pasangan hidup kita… maka pastikan jangan salah dari awal, karena bila salah dari awal maka susah untuk mendapatkan kebahagian, sebagaimana Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul[1], apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu[2], dan ketahuilah[3] bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya[4] dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan[5]. [QS. Al Anfaal 24]

[1] Dengan menaati Allah dan Rasul-Nya

[2] Maksudnya menyeru kamu berperang untuk meninggikan kalimat Allah yang dapat membinasakan musuh serta menghidupkan Islam dan muslimin. Demikian juga berarti menyeru kamu kepada iman, petunjuk, dan perkara-perkara agama lainnya, di mana hal itu merupakan sebab kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat serta sebab hidupnya hati dan ruh.

[3] Allah memperingatkan agar seseorang tidak menolak seruan Allah dan Rasul-Nya dengan firman-Nya, Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya.” Oleh karena itu, berhati-hatilah jangan sampai menolak perintah Allah ketika datang, sehingga diadakan penghalang antara seseorang dengan hatinya apabila seseorang menginginkan sesuatu setelah itu, hatinya pun bercerai berai karena Allah membatasi seseorang dengan hatinya; Dia membolak-balikkan hati sesuai yang Dia kehendaki. Oleh karena itu, hendaknya seoarang hamba banyak berdoa, “Yaa muqallibal quluub tsabit qalbii ‘alaa diinik” (“Wahai Allah yang membola-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”)

[4]Maksudnya Allah-lah yang menguasai hati manusia, sehingga seseorang tidak mampu beriman atau berbuat kufur melainkan dengan iradah (kehendak)-Nya.

[5] Maka Dia akan memberikan balasan terhadap amalmu.

Saudara-saudariku yang di rahmati Allah, jadikanlah Allah yang menjamin kebahagiaan kita…

Jangan kita terbawa eforia….

Jangan kita terbawa nafsu kita…

Jangan kita terbawa arus kebiasaaan buruk di masyarakat kita…

Kita harus tahu aturan mainnya…

Kalau mau ketemu harus bagaimana…

Kalau mau diskusi aturan mainya seperti apa…

Jangan kebabalasan….

Karena tentu kita dalam menjalin hubungan ini, yaitu jalinan dengan penuh keseriusan dan keyakinan bukan main-main maka dalam menjalaninya juga jangan main-main…

Saudara-saudariku yang di rahmati Allah, ingatlah tidak ada pacaran dalam Islam dan itu bukan solusi…

Bila kita jatuh cinta, solusinya bukan pacaran….

memang berat, memang sulit menerima pil pahit…

Pastikan setiap interaksi kita dalam aturan main yang jelas dan setiap usaha kita adalah usaha untuk menghalalkan hubungkan kita… dan ingatlah ketika kita jatuh cinta ialah keseriusan dan keyakinan kita untuk meraih hubungan yang diridhai Allah Azza wa Jalla bersama ia…

Referensi :

Terinspirasi dari salah satu materi kajian yang disampaikan guru kami Al-Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc Hafidzahullah dengan penambahan oleh penulis.

 

Leave a Reply

Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 13 Desember 2017
Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 29 Nov 2017
Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG