Adab Makan – Santap Makanan Setelah Hangat atau Dingin atau Tidak Panas (Bagian 7)

Rekan-rekan yang Allah rahmati, adab selanjutnya dalam perihal menyantap makanan ialah menyantap sesudah panasnya hilang atau bisa hangat atau sudah dingin sebagaimana dari Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha, jika beliau membuat roti Tsarid maka beliau tutupi roti tersebut dengan sesuatu sampai panasnya hilang. Kemudian beliau berkata,

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hal tersebut lebih besar berkahnya.” [HR. Darimi no. 2047 dan Ahmad no. 26418]

dan sahabat Nabi Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

“Makanan itu tidak boleh disantap kecuali jika asap makanan yang panas sudah hilang.” [Irwa’ul Ghalil no. 1978 Syaikh al-Albani mengatakan shahih diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, 7/2580]

Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menyantap makanan dalam keadaan masih panas.” [Lihat Zaadul Ma’ad 4/223]

Dan terikait hal ini Al Imam Nawawi rahimahullah,

“Yang dimaksud berkah dalam hadits dari Asma’ di atas adalah gizi yang didapatkan sesudah menyantapnya, makanan tersebut tidak menyebabkan gangguan dalam tubuh, membantu untuk melakukan ketaatan dan lain-lain.[Lihat Syarah Shahih Muslim, 13/172]

Semoga bermanfaat dan mari mengamalkan.

Referensi :

Aadaab Islaamiyyah, Penulis ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani, Judul dalam Bahasa Indonesia Adab Harian Muslim Teladan

At Tabaruk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu, Judul dalam Bahasa Indonesia Amalan Dan Waktu Yang Diberkahi, Penulis Dr. Nashir bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Juda’i

[Artikel] Adab-Adab Makan Seorang Muslim, Al-Ustadz Aris Munandar, Ss., Mpi.

[Artikel] Adab Makan Penuh Barokah, Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Leave a Reply

Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 13 Desember 2017
Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 29 Nov 2017
Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG