Janganlah Buat Dosenmu Jemu

Syaik Bakr Abu Zaid Rahimahullah berkata,

Hati-hati dari perilaku yang membuatnya jemu, seperti apa yang disebut dengan “perang urat saraf”. Dalam arti: menguji syekh / guru atas kemampuan ilmiahnya dan ketahanan mentalnya.[1]

Ini benar adanya sebagian kecil mahasiswa ada yang mempunyai tabiat seperti ini, “aku akan menguji sang dosen, kemudian ia mengajukan pertanyaan yang berbelit-belit, dan ia mulai membawanya ke mana-mana. Setiap kali sang Dosen menjawab pertanyaanya, ia berkata: baiklah, jika begini, maka begini. Kemudian sang Dosen menjawab, “jika demikian, maka demikian.” Lalu ia berkata lagi:”jika demikian, maka demikian, Ia terus menaikan hingga seratus derajat. Ia berkata: aku akan lihat, apakah ia merasa jengkel, bodan dan menjadi marah?

Hendaklah sebagai penutut ilmu mempunyai adab yang baik terhadap gurunya, janganlah merasa lebih, karena setiap insan pasti ada kekurangan, kekhilafan dan akan terus dalam proses belajar sampai ajal kelak menjemput.

Tunjukan adabmu dalam bertanya, tunjukan adabmu bila jawaban dosenmu tidak menjawab pertanyaanmu, dan jangan pernah terlintas untuk membuatnya jengkel atau malah menjatuhankan kehormatanya sebagai seorang dosen di depan penuntut ilmu lainya.

Cukuplah sebuah hadis ini menjadi renungan kita bersama, Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya”[2]

Referensi :

[1] Al Allamah Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, “Syarah Hilyah Thalibil Ilmi,  p136-137″ . Akbar Media :Jakarta.2013.

[2] HR. Bukhari dalam kitab Shahinya no 10

Leave a Reply

Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 13 Desember 2017
Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 29 Nov 2017
Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG