Wanita Terjun di Medan Laga dan Membela Dirinya Bila Diperlukan

بسم الله الر حمن الر حيم

Al-Imam Bukhari rahimahullohu berkata (6/78):
Abu Ma’mar telah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Warits telah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Aziz telah mengabarkan kepada kami, dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

“Pada peristiwa perang Uhud, kaum muslimin mundur meninggalkan Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Sungguh saya melihat ‘Aisyah bintu Abu Bakr dan Ummu Sulaim berjalan cepat sambil memanggul girbah (wadah air minum), sehingga saya melihat gelang kaki mereka.”

Selain Anas berkata:
mereka berdua memikul girbah di atas punggung mereka, kemudian menuangkannya ke dalam mulut-mulut para sahabat. Kemudian mereka kembali untuk memenuhu girbah tersebut dengan air, lalu datang lagi dan menuangkannya ke dalam mulut-mulut para sahabat.
Hadits ini diriwayatkan juga oleh Al-Imam Muslim (10/511), dengan syarah An-Nawawi).

Abu Bakr bin Abu Syaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Yazid bin Harun mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hamman bin Salamah mengabarkan kepada kami dari Tsabit, dari Anas Radiyyallahu ‘anhu:

“Bahwa Ummu Sulaim mengambil sebuah pisau besar pada peristiwa perang Hunain lalu dibawanya. Abu Thalhah melihatnya, lalu berkata:’Wahai Rasulullah, ini Ummu Sulaim membawa pisau besar. ‘Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya kepada Ummu Sulaim:’Untuk apa pisau besar ini?’ Dia menjawab:’Saya mengambilnya jika ada salah seorang musyrik datang mendekati saya, saya robek perutnya dengannya.’ Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pun tertawa. Ummu Sulaim berkata:’Wahai Rasulullah, bunuhlah orang-orang TThulaqa'(penduduk Mekkah yang masuk Islam pada hari Fathu Mekkah namun Ummu Sulaim meyakini bahwa keislaman mereka masih lemah) setelah kita. mereka lari tunggang langgang meninggalkanmu.’Rasulullah berkata:’Wahai Ummu Sulaim sesungguhnya Allah telah mencukupi dan telah berbuat baik.’

Pada hadits sebelumnya menunjukkan bahwa hadits tersebut mengandung pengertian bahwa wanita boleh menjadi tentara. Akan tetapi jika memang pelayanannya dibutuhkan di dalam peperangan atau untuk membela dirinya, maka tidak apa-apa.

Adapun seorang wanita menjadi tentara-Seperti yang dilakukan oleh perkumpulan kaum wanita yang menjadi tentara di Shan’a dan selainnya- demi Allah ini merupakan penghinaan dan perendahan terhadap kaum wanita. namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Bergabungnya kaum wanita dalam dunia militer mengandung banayak kerusakan dan kemudharatan. saya sebutkan beberapa diantaranya:

  1. Di dalamnya terdapat penyerupaan terhadap orang-orang kafir, padahal Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan dari hal itu. beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
  2. “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka.”

  3. Mengeluarkan kaum wanita dari rumahnya. pada dasarnya wanita itu menetap di rumahnya
  4. sebagaimana firman Allah:

    “Dan hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian.” (Al Ahzab:33)

  5. Tercabutnya rasa malu dan kewibawaannya, dan tidak ada yang terjadi setelah itu kecuali kejelekan
  6. di dalamnya terkandung tabarruj (berdandan ala wanita jahiliyah). si wanita keluar dalam keadaan wajah dan tangannya terbuka, terkadang kepala dan yang lainnya juga terbuka. Dia mengenakan pakaian ketat yang akan mengantarkan kepada fitnah dan kejelekan.
  7. Di dalamnya juga terdapat perbuatan menentang Allah dan Rasul-Nya. Rabb kita berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:
  8. “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sudah jelas setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”(An-Nisa:115)

  9. Di dalamnya terdapat pembebanan terhadap kaum wanita dengan sesuatu yang mereka tidak mampu mengembannya.
  10. ini bukanlah tugas dan pekerjaan mereka. justru dirinya sendiri membutuhkan orang yang menjaga dan melindunginya.
    Andai terjadi sesuatu dari mereka, tidaklah akan didengar kecuali teriakan histeris. karena wanita itu bangunannya lemah, sebagaimana
    sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:

    “Berlemah lembutlah dengan qawaarir (botol yang terbuat dari kaca).” Muttafaqun Alaih dari anas bin Malik Rhadiyallahu ‘anhu.

    Beliau menyerupakannya dengan qawaarir disebabkan kelemahannya dan cepatnya dia pecah atau hancur.
    Di tulis ulang dari kitab NASEHATKU UNTUK KAUM WANITA karya Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah

Tambahan:
Wanita boleh berusaha untuk membela diri dengan belajar bela diri, tentunya bela diri yang sesuai syari’at. Di dalamnya tidak terdapat ikhtilat (campur baur) antara kaum laki-laki dan kaum wanita. dan gerakan-gerakan yang dilakukannyapun harus sesuai dengan kemampuan seorang wanita. wanita tidak dilarang untuk belajar berenang, berkuda, dan memanah agar hal tersebut menjadi usaha penjagaan bagi kaum wanita tentu pula dengan syarat yang sesuai syariat. Semoga kita selalu dalam penjagaan Allah subhanahu wata’ala.

2 Comments

  1. wawan April 21, 2010

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)