Masih Sulit Menghilangkan Kebiasaan Menonton Video Porno?

Saudara-saudariku yang Allah rahmati dimanapun berada, pada postingan kali ini berdasarkan dari sebuah nasihat salah satu guru kami yaitu Fadhilatus Syaikh Prof. Dr. Sulaiman Ar Ruhaili hafizhahullah,  yang bagi penulis sendiri nasihat ini merupakan sangat bermanfaat dan merupakan bahan renungan serta intropeksi diri, berikut nasihat beliau perihal “Mengobati Kecanduan Video Porno”

“Ya Allah, Ya Rabbi yang Maha Hidup dan terus mengurusi makhluk-Nya, pencipta langit dan bumi, obatilah hatinya wahai Rabb semesta alam, Ya Allah lepaskan ia dari musibah ini, wahai Rab semesta alam.

Nasihat untuk diriku dan saudara-saudariku hendaknya kita menyadari bahwa mata adalah nikmat dari Allah.

Mata adalah diantara nikmat Allah yang paling besar untuk kita, nikmat yang terus-menerus, setiap saat.

Karena itu, harus kita gunakan dalam ketaatan kepada Allah.

Jangan kita gunakan untuk bermaksiat kepada Allah.

Harus kita ketahui, bagi mereka yang menggunakan nikmat dari Allah untuk memaksiati-Nya, dikhawatirkan akan kehilangan esensi kenikmatan tersebut walaupun materi nikmatnya masih ada.

Kedua, kita ingatkan diri kita bahwa kita akan dimintai pertanggung jawaban tentang nikmat mata ini di hadapan Allah Subhana Wa Ta’ala kelak.

Saat anda duduk dikamar, tidak ada seorangpun melihat anda, ingatlah! bahwa anda akan berdiri di hadapan Allah dan Dia akan menanyakan tentang nikmat mata dan tentang apa yang anda lihat.

Tidak ada seorangpun kecuali ia akan ditanyai oleh Allah, dengan tanpa penerjemah, ia melihat ke arah manapun hanya terdapat yang telah ia usahakan, ia melihat kemanapun yang ia inginkan hanya terdapat yang telah ia usahakan, lalu ia menghadapkan wajahnya ke depan, yang ia lihat hanya neraka. Ingatlah saat-saat ini.

Ketiga, hendaknya ia menyadari bahwa Allah bersamanya, Allah melihatnya, mendengarnya, mengetahui keadaannya, dan Dia bersamanya, dengan Maha Mendengarnya, Maha Melihatnya, dan Ilmu-Nya.

Apabila anda menyendiri, lalu melihat video atau film yang kotor ini, ingatlah bahwa sekarang Allah sedang melihatmu, Allah mengetahui keadaan anda.

Jangan katakan anda, saya sedang sendirian, tapi sadarilah, Allah melihatmu.

Disebutkan, ada seorang salaf (generasi awal)  yang mengistimewakan salah seorang muridnya di banding yang lain, murid-murid yang lainpun bertanya kepadanya, mengapa ia mengistimewakan temanya itu.

Syaikh itu kemudian berkata kepada mereka, “Mari aku jelaskan kepada kalian!”

Lalu ia memberikan seekor burung dan mengatakan “sembelihlah di tempat yang tidak dilihat siapapun!”

Mereka pun pergi dan datang di hari berikutnya, semuanya telah menyembelih burung itu kecuali murid yang istmewa ini.

Sang guru berkata “Wahai fulan apa yang telah kau lakukan” “Saya pergi kesini, saya kesini, saya kesini” jawab mereka.

Lalu ia bertanya kepada murid yang istimewa itu “Mengapa engkau tidak melaksanakan perintahku?”,

Ia menjawab “Setiap aku pergi kemanapun, aku menyadari bahwa Allah melihatku, Aku tidak dapati suatu tempatpun yang tidak dilihat oleh siapapun.”

Sang Guru menjawab, “Alasan inilah yang membuatku mencintainya. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian adalah yang paling bertakwa.”

Wajib bagi kita menyadari hal ini, selalu merasa bahwa Allah Azza wa Jalla melihat kita.

Wahai saudaraku, waktu ini terus berjalan, ia akan berlalu baik dengan ketaatan.

Demi Allah, waktu tidak akan berhenti bagi pelaku ketaatan ataupun ahli maksiat.

Ingatkan dirimu, kalau engkau sabar dengan beberapa detik ini, maka ia akan berlalu tanpa kemaksiatan.

Jika engkau melakukan maksiat ini, maka waktu itu diisi dengan kemaksiatan, dan mewariskan kerusakan dihatimu.

Menyebabkan hidupmu terasa sempit dan mendatangkan keburukan.

Bisa jadi engkau terhalangi dari mendapatkan kenikmatan gara-gara melakukan dosa itu.

Nasihatilah dirimu dengan hal ini.

Kemudian ingatlah, mata ini akan bersaksi atas apa yang telah engkau perbuat.

Mata ini akan bersaksi di hadapan Allah kelak atas apa yang telah engkau lihat.

Bertakwalah dan agungkanlah Allah Subhana wa Ta’ala

Apabila engkau melakukan yang demikian, maka engkau telah dikalahkan Iblis

Kemudian perbanyaklah doa

Saudaraku, siapa yang ditimpa kemaksiatan, maka hadapkanlah dirinya kepada Allah di akhir malam

Berdoa, ” Ya Allah sayangilah aku, Engkau sangat tahu keadaanku, Ya Allah aku menderita penyakit ini, buatlah aku membencinya, jauhkan ia dariku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat.”

Berserah diri dan jujur berlindung kepada-Nya adalah sebab utama terjadinya perbaikan.

Saudaraku, shalat malamlah, doa pada saat itu tidak tertolak, serahkan diri anda kepada Allah, bersuduj dan berdoa , ” Ya Allah bebaskan aku dari musibah ini, Ya Rabbi buatlah aku membencinya, jauhkan ia dariku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat.”

Dan Allah itu Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan, Dia dekat dengan hamba-hamba-Nya, tidak menolak doa orang yang jujur dalam doanya, Dia malu menolak doa hamba-Nya yang jujur itu.

Berlindunglah kepada Allah Subhana wa Ta’ala. “

Demikian sebuah nasihat yang istimewa untuk orang-orang istimewa seperti anda saudara-saudariku.

Saudara-saudariku yang dirahmati Allah, mari kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, dan mari jujur dalam keimanan kita, penulis sangat faham bila sudah kecanduan merupakan hal yang berat ketika untuk beranjak meninggalkannya namun mari kita berusaha dengan optimal dan penuh perjuangan. Penulis menjadi teringat pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan oleh salah seorang sahabat,

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” [HR. Ahmad 5: 363]

Maka aku nasihatkan untuk diriku sendiri dan terkhusus untukmu wahai para saudara-saudariku yang istimewa dan aku cintai karena Allah, marilah saudara-saudariku … berjuang dan terus mencoba berusaha meninggalkan sesuatu karena Allah serta ingat karena Allah semata, ada sebuah faedah yang sangat berharga disebutkan oleh Ibnul Qayyim al-Jauzziyah rahimahullah tentang perihal ini

“Akan terasa sulit jika seseorang meninggalkan hal-hal yang ia sukai dan gandrungi, lantas ia meninggalkannya karena selain Allah. Namun jika jujur dan ikhlas dari dalam hati dengan meninggalkannya karena Allah, maka tidak akan terasa berat untuk meninggalkan hal tadi. Yang terasa sulit hanya di awalnya saja sebagai ujian apakah hal tersebut sanggup untuk ditinggalkan. Apakah meninggalkan hal itu jujur ataukah dusta? Jika ia terus bersabar dengan menahan kesulitan yang hanya sedikit, maka ia akan memperoleh kelezatan.

Ibnu Sirin pernah berkata bahwa ia mendengar Syuraih bersumpah dengan nama Allah, hamba yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka ia akan meraih apa yang pernah luput darinya.

Adapun perkataan “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka akan diberi ganti yang lebih baik dari itu”, ganti yang diberikan di sini beraneka ragam. Akan tetapi ganti yang lebih besar yang diberi adalah kecintaan dan kerinduan pada Allah, ketenangan hati, keadaan yang terus mendapatkan kekuatan, terus memiliki semangat hidup, juga kebanggaan diri serta ridha pada Allah Ta’ala.” [Al Fawaid, hal. 166]

Semoga bermanfaat, dan mari berdoa untuk diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini dan terlepas dari musibah ini, pada akhir kata mari manfaatkanlah masa muda kita, jangan pernah kau lupakan nasehat emas Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu” [HR. Al Hakim]

Leave a Reply

Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 13 Desember 2017
Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 29 Nov 2017
Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG