Adab-Adab Bagi Orang yang Sedang Sakit

Saudara-saudariku yang Allah rahmati, sesuatu yang tidak akan dipungkiri siapa pun adalah kehidupan ini tidak hanya dalam satu keadaan, ada sehat, adakalanya juga sakit, semua hal tersebut adalah sunnatullah yang harus dihadapi oleh setiap insan.

Saudara-saudariku yang Allah rahmati, perlu kita fahami bahwasanya tidaklah Allah menetapkan suatu takdir melainkan di balik takdir itu terdapat hikmah, baik diketahui ataupun tidak. Maka dari itu hendaklah hati kita harus senantiasa ridho dan pasrah kepada ketetapan Rabb-nya. Bahkan dengan adanya sakit, banyak dari kita menyadari kekeliruan atau kealpaan selama ini sehingga sakit itu mengantarkannya kita menuju pintu taubat.

Saudara-saudariku yang Allah rahmati…

Ingatlah hal ini,

Rasulullah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Bencana senantiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya, dan hartanya sampai ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya.” [HR. At Tirmidzi, Imam Ahmad, dan lainnya]

Sesungguhnya besarnya pahala itu berbanding lurus dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Siapa yang ridha, baginya ridha(Nya), namun siapa yang murka, maka baginya kemurkaan(Nya).” [HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Bagi seorang muslim tentu ada adab dalam setiap hal, salah satunya adalah ketika sakit, berikut beberapa adab yang perlu kita amalkan ketika sakit :

  • Hendaknya kita bersabar dan ridho atas ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta berbaik sangka kepada-Nya

Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرٌ لَهُ، وَإِذَا أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرٌ لَهُ

Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman. Sesungguhnya semua urusannya baik baginya, dan sikap ini tidak dimiliki kecuali oleh orang yang mukmin. Apabila kelapangan hidup dia dapatkan, dia bersyukur, maka hal itu kebaikan baginya. Apabila kesempitan hidup menimpanya, dia bersabar, maka hal itu juga baik baginya.” [HR. Muslim]

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللهِ تَعَالَى

Janganlah salah seorang di antara kalian itu mati, kecuali dalam keadaan dia berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” [HR. Muslim no. 2877, Abu Dawud no. 3113]

  • Hendaknya bila perlu konsultasi kepada dokter atau orang yang dapat dipercaya tentang sakit dan derita yang dialaminya, serta hendaklah berobat dengan cara-cara yang baik dan benar seusai sunnah atau mubah dan tidak bertentangan dengan syariat.

Diriwayatkan dari Abud Darda` radhiyallahu ‘anhu secara marfu’:

إِنَّ اللهَ خَلَقَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ

Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya. Maka berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram.” [HR. Ad-Daulabi, Lihat Ash-Shahihah no. 1633]

Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا أَنْزَلَ اللهُ مِنْ دَاءٍ إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

Tidaklah Allah menurunkan satu penyakit pun melainkan Allah turunkan pula obat baginya. Telah mengetahui orang-orang yang tahu, dan orang yang tidak tahu tidak akan mengetahuinya.” [HR. Al-Bukhari]

  • Hendaknya bila kita sakit hindari mengaduh atau mengeluh dan gantilah hal tersebut dengan berdzikir, istighfar dan ta’abbud (beribadah) kepada Allah, karena meskipun kadangkala mengadauh atau mengeluh itu membuat perasaan sedikit nyaman, namun mencerminkan kelemahan dan ketidakberdayaan sedangkan bila mampu bersabar dalam menghadapi kondisi sakit tersebut, maka hal itu menunjukkan pada kekuatan pengharapan pada Allah dan kemuliaan.
  • Hendaknya kita dapat meruqyah diri kita sendiri ketika sakit dengan ruqyah dan do’a-do’a yang disyari’atkan (do’a sesuai dengan al-Qur-an dan as-Sunnah) misal salah satunya meletakkan tangannya pada bagian yang sakit kemudian mengucapkan do’a dari hadits (yang shahih) seperti:

بِسْمِ اللهِ.

“Dengan menyebut Nama Allah (tiga kali).”

Kemudian mengucapkan sebanyak tujuh kali: 

أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ.

“Aku berlindung kepada Allah dan kepada kekuasaan-Nya dari keburukan apa yang aku temui dan aku hindari.” [HR. Muslim no. 2022 (67)]

Mari perbanyaklah berdoa dan beramal shalih untuk kesembuhan kita karena kesembuhan itu hanya datang dari Allah, sedangkan perihal kita ke dokter atau berobat adalah bentuk ikhtiar kita, usaha kita, dan mencari sebab atas kesembuhan kita.

Semoga bermanfaat, tetap semangat.

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)