Buah Mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu’alahi wa Sallam

Saudara-saudariku yang budiman dan dirahmati Allah, ada beberapa buah manis yang penuh manfaat bagi kita di dunia di akhirat kelak ketika mengikuti sunnah Nabi Shallallahu’alahi wa Sallam, pada tulisan ini akan dipaparkan beberapa buah manis yang dapat kita rasakan dan diraih  diantaranya:

  • Menggapai mahabbatullah (kecintaan Allah), dengan melakukan taqarrub kepada Allah melalui amalan-amalan sunnah, cinta Allah akan diraih seorang hamba. Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

ولا يحبك الله إلا إذا اتبعت حبيبه ظاهرًا وباطنًا، وصدقته خبرًا، وأطعته أمرًا، وأجبته دعوة، وآثرته طوعًا، وفنيت عن حكم غيره بحكمه، وعن مَحبة غيره من الخلق بمحبته، وعن طاعة غيره بطاعته، وإن لم يكن ذلك فلا تَتَعَنَّ، وارجع من حيث شئت، فالتمس نورًا فلست على شيء

“Allah tidak akan mencintaimu kecuali engkau mengikuti Habibullah (Rasulullah) secara lahir dan batin, membenarkan sabdanya, mentaati perintahnya, menjawab dakwahnya, mengikuti jalan hidupnya, mendahulukan hukum beliau dibandingkan dengan hukum lain, mendahulukan cinta kepada beliau diatas cinta kepada yang lain, mendahulukan ketaatan kepada beliau dibandingkan kepada orang lain. Kalau engkau tidak demikian, maka tidak ada gunanya. Coba saja lakukan apa yang dapat menggapai cinta Allah menurut caramu sendiri. Engkau mencari cahaya namun tidak akan mendapatkannya”. [Madariju As-Salikin: 2/644]

  • Mendapat kesertaan Allah ta’ala bagi hamba, sehingga Allah akan memberinya taufiq kepada kebaikan, perbuatan anggota badannya akan selalu dalam ridho Rabbnya, karena jika ia mendapatkan cinta-Nya, ia pun akan mendapatkan kesertaan-Nya.
  • Menggapai ma’iyatullah (kesadaran bahwa Allah senantiasa melihat kita, pent.) Sehingga Allah senantiasa memberi taufiq untuk berbuat kebaikan. Anggota tubuhnya tidak akan melakukan sesuatu kecuali yang diridhai oleh Allah. Jika mahabbatullah diraih maka ma’iyatullah pun diraih.
  • Doanya akan dikabul karena ia telah mendapatkan cintaNya. Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah, maka ia akan meraih cinta-Nya, dan siapa saja yang telah berhasil meraih cinta-Nya, doanya akan dikabulkan.

Hal ini ditunjukkan oleh hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaih Wasallam bersabda:

إن الله قال: من عادى لي وليًّا، فقد آذنته بالحرب، وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضته عليه، وما يزال عبدي يتقرَّب إلي بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به، وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، ورجله التي يمشي بها، وإنْ سألني لأعطينه، ولئن استعاذ بي لأعيذنه، وما ترددت عن شيء أنا فاعله ترددي عن نفس المؤمن يكره الموت، وأنا أكره مساءته

“Sesungguhnya Allah berfirman: “Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Tidak ada yang lebih aku sukai dari seorang hamba yang mendekatkan diri kepada-Ku, kecuali ia melakukan hal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan sesungguhnya hamba-Ku dengan sebab senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, Aku pun mencintainya. Maka bila aku telah mencintainya Aku menjadi pendengarannya, yang ia mendengar dengannya. Aku menjadi penglihatannya, yang ia melihat dengannya. Aku menjadi tangannya yang ia memukul dengannya. Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Bila meminta perlindungan kepada-Ku maka aku akan melindunginya. Bila ia menolak sesuatu yang dibenci oleh dirinya, Akulah yang melakukannya. Dan seorang mukmin itu benci kematian yang jelek, maka Akulah yang menghindarkannya” [HR. Bukhari 6502]

  • Melengkapi kekurangan dalam amalan-amalan fardhu, amalan-amalan sunnah juga berfungsi untuk melengkapi
    kekurangan-kekurangan yang terjadi dalam ibadah-ibadah fardhu. Hal ini ditunjukkan oleh Hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة من عمله صلاته، فإن صلحت فقد أفلح وأنجح، وإن فسدت، فقد خاب وخسر، فإن انتقص من فريضة شيئًا، قال الرب – تبارك وتعالى -: انظروا هل لعبدي من تطوع؟ فيكمل بها ما انتقص من الفريضة، ثم يكون سائر عمله على ذلك

“Sesungguhnya amalan yang seorang hamba pertama kali akan dihisab dengannya pada hari kiamat adalah shalatnya, jika bagus, berarti ia beruntung dan selamat. Jika buruk (shalatnya), berarti ia rugi dan celaka. Jika terjadi kekurangan dalam amalan fardhunya, Rabb azza wa jalla akan berfirman, “Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah? Dilengkapilah dengan amalan sunnah itu ibadah-ibadah fardhunya, begitulah seterusnya amalan-amalannya.”[HR Ahmad: 9494, Abu Dawud: 864, Tirmidzi: 413]

  • Hati menjadi hidup -sebagaimana telah dijelaskan, jika seorang hamba menjaga amalan sunnah, maka yang lebih penting dari itu akan lebih dapat ia jaga. Ia akan sulit menelantarkan amalan-amalan wajib. Selain itu, ia akan mendapat keutamaan yang lain, yaitu: mengagungkan Allah ta’ala. Sehingga hatinya menjadi hidup dengan ketaatan kepada Rabbnya. Barangsiapa yang meremehkan amalan-amalan sunnah, bisa jadi akibatnya ia terhalang dari amalan-amalan fardhu.
  • Terjauh dan terjaga dari bid’ah. Karena seorang hamba, semakin ia mengikuti ajaran-ajaran yang terdapat dalam sunnah, ia akan kian semangat untuk tidak beribadah dengan amalan apapun melainkan dalam sunnah terdapat dalil yang diikutinya. Dengan ini, ia selamat dari jalan kebid’ahan.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, berkata, “Ibnu Atho berkata, “Barangsiapa yang membiasakan dirinya dengan adab-adab sunnah, Allah akan terangi hatinya dengan cahaya ma’rifah. Tidak ada kedudukan yang lebih mulia dari mengikuti sang kekasih, dalam perintahnya, perbuatannya dan akhlaknya.” [Madariju As-Salikin: 2/644]

Beliau juga berkata, “Engkau akan melihat orang yang selalu mengikuti perintah dan sunnah berbalut pakaian kehidupan dan cahaya, dengan keduanya ia mendapat kenikmatan, wibawa, kemuliaan dan penerimaan, yang tidak didapatkan oleh orang selain mereka. Sebagaimana perkataan Hasan, “Seorang mukmin itu adalah orang yang dikaruniai kelezatan dan kewibawaan.” [Ijtima’ al Juyusy al Islamiyyah: 1/8]

Ibnu Taimiyah rahimahullah, berkata:

فكل من اتبع الرسول صلى الله عليه وسلم فالله كافيه وهاديه وناصره ورازقه

“Setiap orang yang mengikuti Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah akan mencukupinya,membimbingnya, menolongnya dan memberi rizki kepadanya.” [Al Qawa’id al Jalilah: 1/160]

Dan murid beliau, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, berkata :

فمن صحب الكتاب والسنة، وتغرب عن نفسه وعن الخلق، وهاجر بقلبه إلى الله، فهو الصادق المصيب

“Maka,siapapun yang bersahabat dengan al Qur`an dan sunnah,terasing dari dirinya sendiri dan manusia, berhijrah dengan
hatinya menuju Allah, ia lah orang yang jujur dan benar.” [Madariju As Salikin: 2/367]

Dan masih banyak manfaat lain dari menjaga sunnah. Namun pada tulisan ini dicukupkan hanya beberapa saja, meskipun hanya sebagian semoga bermanfaat serta menambah ilmu kita dan sekaligus dalam rangka mengingatkan kembali pentingnya mengikuti sunnah Nabi Shallallahu’alahi wa Sallam.

Referensi :

Al-Furaih, Abdullah bin Hamoud.(2015).Hadiah Indah Penjelasan Tentang Sunnah-Sunnah Sehari-Hari (shallallahu ‘alaihi wa sallam). Maktaba Dar-us-Salam, King Fahd National Library Cataloging-in-Publication Data

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)