Ya Allah… Bingkaikan Cinta Kami Dalam Ridho-Mu

Saudara-saudariku yang Allah rahmati, bila sudah jatuh cinta, tidak ada obat cinta antar dua insan yang paling manjur selain pernikahan,

لم ير للمتحابين مثل التزويج

Tidak ada penawar yg lebih manjur bagi dua insan yg saling mencintai dibanding pernikahan“. [HR. Ibnu Majah, Al Hakim, Al Bazzar, dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Ash Shahihah, 2/196-198]

Jatuh cinta? hanya satu solusi dalam syariat adalah pernikahan.

Mari kita berdoa agar cinta kita dalam bingkai Ridho-Nya.

Bila sudah sama-sama ridho maka segeralah untuk menghalakannya.

Karena sebelum adanya ijab-kabul syariat tetap membatasi.

Bersabarlah, bingkailah cinta kita dalam syariat Nya.

Bila cinta tersebut telah terpaut dalam proses yang baik dan tinggal menunggu waktu mahligai kebahagian itu datang maka hendaklah berusahalah untuk membingkai cinta kalian dalam rangka meraih ridho-Nya, beberapa proses yang dapat kita usahakan dalam meraih ridho-Nya ialah bersemangatlah dalam memperbaiki diri, evaluasi diri, mempersiapkan diri baik ilmu agama dan ilmu rumah tangga, belajarlah dengan penuh semangat ilmu agama dengan baik dan benar serta beramalah dengan ilmu yang sudah didapatkan, jadilah pribadi yang lebih baik.

Dan bila masih dalam proses, maka selain berdoa maka berusahalah dengan benar-benar dalam meraih ridho-Nya salah satunya dengan memperhatikan proses dimana cinta kita akan terpaut yaitu dari sisi calon kita dan diri kita sendiri.

Wahai saudara-saudariku yang Allah rahmati, cinta sejati abadi nan suci hanya ada satu alasan yaitu karena iman dan akhlak yang mulia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.”[HR. Tirmidzi]

Saudara-saudariku yang Allah rahmati, memang, ilmu agama adalah poin penting yang harus menjadi perhatian dalam memilih pasangan yang jangan sampai kita lupakan. Karena bagaimana mungkin seseorang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, padahal dia tidak tahu apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan apa saja yang dilarang oleh-Nya? disinilah diperlukan ilmu agama untuk mengetahuinya. Maka aku nasihatkan untuk diriku sendiri (penulis) dan saudara-saudariku pada umumnya pilihlah calon pasangan hidup yang memiliki pemahaman yang baik tentang agama atau dalam proses untuk memahami agama dengan baik, semangat dalam memperbaiki diri serta semangat belajar dalam mempelajari agama secara baik dan benar.

Kenapa harus seperti itu?

Karena salah satu tanda orang yang diberi kebaikan oleh Allah adalah memiliki pemahaman agama yang baik. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan akan dipahamkan terhadap ilmu agama.” [HR. Bukhari-Muslim]

Hal ini penting, karena kita pasti berharap cinta tersebut penuh dengan kebaikan dan keberkahan.

Begitu juga bagi sosok sang calon istri kita,

تُنْكَحُ المَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَدَاكَ

Biasanya wanita dinikahi karena satu dari empat alasan berikut: hartanya, kedudukan sosialnya, kecantikannya dan agamanya, maka pilihlah wanita yang beragama bagus, niscaya engkau beruntung” [Muttafaqun ‘Alaih]

Saudara-saudariku yang Allah rahmati, cinta abadi tidak kenal hari, bulan, tahun atau tempat ataupun usia, cinta abadi yang dilandasi oleh iman akan abadi hingga hari akhir nanti.

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Orang yang saling mencintai pada hari itu( hari qiyamat) akan saling memusuhi kecuali orang-orang yg cintanya karena alasan takwa” [QS. Az Zukhruf: 67]

Saudara-saudariku yang Allah rahmati, cintamu dan ia adalah cinta sehidup di dunia dan sehidup di surgaNya kelak, bersama bermitra memperbaiki diri, membangun asa dan harapan, serta membina rumah tangga menuju ridho-Nya.

Pastilah tiap diri kita memiliki kesalahan dan masa lalu dengan banyak kealpaan maka jangan pesimis, bersemangatlah dan berusahalah karena belumlah terlambat dan tidak akan ada kata terlambat, mari mulai dari sekarang mari perbaiki diri iringi dengan semangat mempelajari ilmu agama dengan baik dan benar serta mari menjadi pribadi yang lebih baik.

Leave a Reply

Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 13 Desember 2017
Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 29 Nov 2017
Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG