Rugi! Bila Melewatkan Sayyidul Istighfar Pada Hari-Hari Kita

Saudara-saudariku yang Allah rahmati, sungguh hendaklah kita jangan lupakan hal ini, karena ini istimewa dan spesial bagi kita sendiri serta bermanfaat bagi diri kita sendiri, kenapa?

Tentu kita sadar dan akui bahwa kita ini pernah berbuat dosa dan pernah berbuat maksiat, saudara-saudariku, dan yang terbaik dari orang yang berbuat dosa yaitu yang memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla dan bertaubat, dan karena itu Allah Azza wa Jalla memerintahkan hamba-Nya untuk selalu memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya. Allah pun berjanji akan mengampuni orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Sebagaimana Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ

Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.” [Thaha 20:82]

Dalam ayat yang lain Allah berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [Az-Zumar 39:53]

Maka dari itu, hendaklah kita perbanyak istighfar dengan penuh ketakutan dan pengharapan kepada Allah Azza wa Jalla dengan diiringi sebanar-benarnya taubat dan berusaha menjauhi sebab-sebab terjadinya maksiat atau dosa.

Mari kita istigfar dan bertaubat….

Salah satu bacaan istigfar yang baik dan dapat kita amalkan yaitu sayyidul istighfar (penghulu istighfar) disebut penghulu kerena keutamaan dan keistimewaannya.

Maka dari itu, mari kita lewati hari-hari kita, setiap harinya dengan membaca sayyidul istighfar,

Bacaannya bagaimana? mari kita simak bacaanya,

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَيِّدُ الْاِسْتِغْفارِ أَنْ يَقُوْلَ الْعَبْدُ: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ .

Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya Istighfar yang paling baik adalah seseorang hamba mengucapkan :

Allohumma anta robbi la ilaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzubika min syarri ma shona’tu, abu’u laka bini’matika ‘alayya, wa abu’u bi dzanbi, faghfirli fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta,

Artinya :
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau”.

Beliau bersabda “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.”

Saudara-saudariku yang Allah rahmati, hendaklah tatkala beristighfar kita benar-benar menghayati maknanya sambil berusaha memenuhi konsekuensinya berupa menghindarkan diri dari berbagai macam bentuk perbuatan maksiat.

Sebagaimana al-Hasan al-Bashri tatkala berkata, sebagaimana dinukil al-Qurthubi dalam Tafsirnya,

“استغفارنا يحتاج إلى استغفار”

“Istighfar kami membutuhkan untuk diistighfari kembali”.

Marilah kita perbanyak istigfar…. tidak ada ruginya dan malah keuntungan dan kebaikan kepada diri kita sendiri, Rasul shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” [HR. Ahmad]

Pada akhir artikel ini penulis kembali mengajak untuk memperbanyak istighfar, di dalam setiap kesempatan, kapan dan di manapun yang memungkinkan.

Ingatlah terus hal ini! Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma berkata :

لَا كَبِيْرَةَ مَعَ اسْتِغْفَارٍ وَلَا صَغِيْرَةَ مَعَ إِسْرَارٍ

Tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar dan tidak ada dosa kecil jika dikerjakan terus menerus.[HRS. Ibnu Jarir Atsar at-Thabari]

Semoga bermanfaat dan semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa kita dan memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua.

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)