Pilihlah Ia Karena Agamanya dan Akhlaknya Saudariku, Karena Ini Kriteria Suami Idaman

Saudariku yang di rahmati Allah Ta’ala, sepertinya sebagaimana kita ketahui perkara ini menjadi kriteria utama dalam memilih dan memilah seorang pendamping hidup kelak, ialah agama dan sekaligus akhlak yang baik, karena sebagaimana kita fahami bahwa agama Allah turunkan agama ini sebagai acuan untuk bimbingan sedangkan akhlaknya yang baik merupakan amalanya, maka dari itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan para wali, agar segera menerima pelamar putrinya, bila telah datang kepada seseorang yang baik agama dan akhlaknya, sebagaimana dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan,

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ، إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ، وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

“Apabila ada orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, yang meminang putri kalian, nikahkan dia. Jika tidak, akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar”. [HR. Turmudzi 1084, Ibn Majah 1967].

Saudariku… hadits ini tidak bermakna pemaksaan terhadap para wanita untuk menerima pelamar yang baik akhlak dan agamanya, walau ia tidak suka secara fisik dan hartanya. Wanita boleh menolak apabila ia tidak menyukai seorang pelamar dari sisi fisik dan hartanya, walau pun baik akhlak dan agamanya. Adapun makna hadits ini adalah peringatan bagi para wali yang menolak seorang pelamar padahal putri mereka menyukainya karena kebaikan akhlak dan agamanya.

Mari kita lanjutkan sebuah risalah ini…

Renungkanlah saudariku sabda dan nasihat Nabi kita Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam, seorang suami teladan umat ini…

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku” [HR At-Thirmidzi no 3895 dari hadits Aisyah dan Ibnu Majah no 1977 dari hadits Ibnu Abbas]

Beliau shallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”. [HR At-Thirmidzi no 1162 dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Majah no 1987 dari hadits Abdullah bin ‘Amr]

Saudariku… kita telah lihat bersama bahwa pada hadits diatas dengan sangat jelas menunjukkan bahwa menjadi seorang suami yang terbaik bagi istrinya merupakan tanda baiknya seseorang??? dan tidak hanya sampai di sini, bahkan merupakan tanda sempurnanya keimanan???

Terkait perkara ini, dalam Faidhul Qodiir III/496, Al-Munawi berkata, “Di kitab Tadzkiroh Ibnu ‘Irooq, dari Imam Malik ia berkata…,

“Wajib bagi seorang suami berusaha untuk menjadikan dirinya dicintai oleh istri-istrinya hingga ialah yang menjadi orang yang paling mereka cintai”

Ingatlah! saudari ku cinta yang sejati adalah cinta yang berdasarkan ketaqwaan dan cintailah ia karena cinta bukan karena ketampanan atau hal lainnya yang bersifat sementara.

Saudariku… akhlak merupakan sesuatu hal yang tidak lekang oleh waktu dan usia….

ia selalu terpatri dan makin terus semakin baik dan bertambah….

Saudariku ingatlah kelak…

ia selalu berlemah lembut kepadamu, ia selalu memahami dan mengerti dirimu, ia elok ketika marah kepadamu, dia selalu tampil menarik untuk dirimu, ia selalu tampil rapi hanya untukmu, ia bertanggung jawab atas dirimu dan anak-anakmu, ia selalu merasa ridho beristerikan dirimu, ia menundukan pandangannya, ia menghormatimu sebagaimana mestinya, ia mengetahui kebutuhan dan perasaan dirimu, ia dermawan, ia selalu menjagamu dari fitnah, ia menjagamu dari api neraka dengan selalu menasihatimu, ia adalah orang yang menyayangi dirimu dengan sepenuhnya, ia adalah pemimpin bagi dirimu, dan ia adalah mitramu dalam ketaatan dan perjalanan meraih ridhoNya.

Semuanya adalah akhlak saudariku yang merupakan pengamalan dari ketaqwaan….

Saudariku… kelak…

Cintamu dan ia adalah cinta sehidup di dunia dan sehidup di surgaNya kelak…

Saudariku yang dirahmati Allah Ta’ala, akhlak mempunyai peran yang amat agung dalam kehidupan rumah tangga, kemuliaan akhlak, merupakan salah satu faktor terbesar langgengnya rumah tangga dan baiknya hubungan antara dua keluarga besar suami dan istri.

Maka hendaklah perhatikan perkara agamannya dan akhlaknya….

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)