Awalnya Khawatir, Hujungnya Penyesalan Itulah Zina

Para pembaca yang di rahmati Allah Ta’ala, hidup di dunia ini ibarat masa menanam, dan hidup di akhirat adalah masa menuai. Kalau tidak maksimal menanam kebaikan, bagaimana mungkin bisa menuai kebahagiaan?

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُون

Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” [QS. Al-Mu’minun: 115]

Penyesalan selalu datang belakangan….

Ketika membuka tafsir tentang ayat berikut, [Terinsinpirasi dari artikel Ustadz Muhammad Abduh Tausikal]

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70) وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (71)

Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka Sesungguhnya Dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” [QS. Al Furqon: 68-71]; lalu menemukan perkataan Luqman kepada anaknya yang disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya,

أن لقمان كان يقول: يا بني، إياك والزنى، فإن أوله مخافة، وآخره ندامة.

Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. [Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/326]

Dari sini, sudah seharusnya bagi kita baik yang belum pernah, yang sedang atau pernah berhubungan tidak halal itu merenungkan bahwa awalnya kita bisa merasakan senang karena itu sudah dihiasi oleh setan. Setan telah memperindah masa-masa pacaran kita sehingga yang haram disangka sah-sah saja. Maka jangan sampai kita terperosok kembali kedalamnya.

Cinta sejati dibuktikan dengan cara yang benar, bukan ditempuh dengan cara yang Allah haramkan. ya Ikhwah Islam memiliki jalan tersendiri sehingga tidak membuat terjerumus dalam zina,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”[QS. Al Isro’: 32]

Penjelasan makna ayat diatas,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا

“Dan janganlah kalian mendekati zina.”

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan pendorong-pendorongnya.” [Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55]

Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini di dalam tafsirnya, “Larangan mendekati zina lebih mengena ketimbang larangan melakukan perbuatan zina, karena larangan mendekati zina mencakup larangan terhadap semua perkara yang dapat mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Barangsiapa yang mendekati daerah larangan, ia dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya, terlebih lagi dalam masalah zina yang kebanyakan hawa nafsu sangat kuat dorongannya untuk melakukan zina.” [Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457]

إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً

Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Maksudnya adalah dosa yang sangat besar.” [Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55]

وَسَاءَ سَبِيلًا

dan (perbuatan zina itu adalah) suatu jalan yang buruk.

Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “Dan zina merupakan sejelek-jelek jalan, karena ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia sejelek-jelek jalan yang menyeret pelakunya kedalam neraka Jahannam.” [Tafsir Ath-Thabari, 17/438]

Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menafsirkan lafazh ayat (yang artinya) “suatu jalan yang buruk” dengan perkataannya, “Yaitu jalannya orang-orang yang berani menempuh dosa besar ini.” [Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 457]

Teringat sebuah catatan kecil pribadi dari sebuah artikel yang sedikit redaksinya sudah ada penambahan yaitu,

Kata Cinta…

Cinta…

Tidak ada yang tidak pernah berbicara cinta

Semua orang bicara cinta

Namun timbangannya berbeda-beda

Antara cinta di atas agama atau  yang berhujung sebuah petaka?

Petaka muncul bila cinta diukur sebatas nafsu

Namun…

Atas nama cinta mereka berzina

Zina dibilang cinta…. Zina dibilang biasa…

Mari jauhi, dan bila sudah terjerumus belumlah terlambat, Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyanyang, mari kita bertobat dengan sebenar-benarnya tobat dan hijrah sebaik mungkin. Mari berubah sekarang juga, sebelum penyesalan paling utama ialah penyesalan yang tidak lagi berguna yaitu ketika sudah diakhirat kelak.

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : أخذ رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم بمنكبي فقال : كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل ] وكان ابن عمر رضي الله تعالى عنهما يقول : إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك رواه البخاري

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma; beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang pundakku seraya bersabda, “Jadilah – di dunia ini – layaknya orang asing atau pengembara.” Lalu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jika engkau berada pada waktu sore maka jangan menunggu hingga pagi, dan jika engkau berada pada waktu pagi maka jangan menunggu hingga sore. Manfaatkan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Manfaatkan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” [HR. Al-Bukhari]

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)