Jangan Coba Untuk Menyapa Hatinya Bila Tidak Serius Menghalalkanya

Saudaraku para pembaca yang dimuliakan dan dirahmati oleh Allah ta’ala, segala puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Saudaraku para pembaca yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, perihal cinta antar insan ini suatu hal yang selalu asyik untuk diangkat, salah satunya adalah fenomena pemberi harapan palsu lah, fenomena hanya sekedar main-main lah dan fenomena lainnya dengan banyak rupa dan alasan tapi tetap tujuan mereka tidak serius untuk menghalalkan rasa yang suci, serius kok! kalau serius lakukan ta’aruf saja, kalau sudah suka dan ridho, langsung proses ke arah serius yaitu menikah kan lebih baik, tidak sekedar hanya menjadi sosok yang selalu menghebuskan angin surga tapi nyatanya hanya sekedar….

Metodenya pun banyak untuk teknik tebar pesona ini, dengan maksud memberi lampu hijau kepada seorang wanita, dimana sang laki-laki menebar pesona kepada wanita baik terang-terangan atau cara yang umum kita bisa temui sekarang ini ada yang menggunakan sms atau inbox di social media twitter, facebook, path dan lainyya. Ada yang menggunakan konsep tebar pesona dalam konten sms atau twit twitter atau status facebook menunjukkan bahwa ia seorang yang sangat baik, berkakhlak mulia dan alim atau sering membuat sms atau status yang menunjukkan bahwa ia berakhlak mulia dan alim agar sang wanita terpesona.

Kemudian pada tahapan lanjutnya memberi harapan kepada wanita, baik secara terang-terangan dengan sering menancapkan pandangan kepada wanita tersebut di ketika bertemu atau berpapasan misalnya atau melakukan misal sindir-sindiran di sms atau di  inbox atau status di social media atau melakukan metode nge-like(yang nantinya nge-like ini mempunyai arti tersendiri).

Cukup… sudah…. saudaraku. Bila engkau sudah suka pada sosok insan yang engkau ridhoi lebih baik segera halalkan.

Bila muncul pertanyaan jadi tidak boleh update status kebaikan? boleh saja namun ingat!, hendaklah kita mencari ridho Allah, bukan ridho manusia, misal untuk mencari sanjungan, likers, retweet, atau malahan di niatkan agar status tersebut dilihat oleh seseorang yang memang kita mengharapkan status tersebut dilihat oleh orang tertentu dengan tujuan selain ridho Allah, Allah Maha Tahu apa-apa yang tersembunyi dalam hati-hati hamba-Nya.

Ingatlah saudaraku, untuk menjaga ke-ikhlasan dalam setiap amalan kita, kita tidak perlu kita beritahukan seluruh seantero penduduk dunia maya apalagi tujuanya kita jelas untuk mencari keridhoan manusia, bukankah lebih utama menyembunyikan amal baik? karena dengan menyembunyikan amalan baik dapat mendorong seseorang agar lebih ikhlas, amal kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain lebih diharapkan amal tersebut ikhlas, karena tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut kecuali hanya karena Allah semata. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits, “Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinya senantiasa terikat dengan mesjid, dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, namun ia berkata: sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sendiri hingga meneteslah air matanya.” [HR Bukhari Muslim]

Saudaraku… padahal kita tahu bahwa setiap amalan itu harus di ikhlaskan hanya untuk Allah Azza wa Jalla bukan untuk mencari ridho manusia.

Saudaraku yang dirahmati Allah, bila sudah suka pada seseorang maka segeralah halalkan rasa tersebut, tidak perlu tebar pesona terlebih dahulu.

Dan Ingatlah wahai saudaraku, jangan main-main dengan masalah perasaan atau hati apalagi ini merupakan hati wanita, kenapa? karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

اِرْفَقْ بِالْقَوارِيْرِ

“Lembutlah kepada kaca-kaca (maksudnya para wanita)” [HR Al-Bukhari V/2294 no 5856, Muslim IV/1811 no 2323, An-Nasa’i dalam Sunan Al-Kubro VI/135 no 10326]

Sifat kaca adalah mudah pecah, janganlah engkau sakiti perasaan orang lain, bukankah itu tidak termasuk akhlak mulia?

Ingatlah hal ini,  dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya” [HRS. Bukhari no 10]

 

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)