Bahaya Berdusta Atas Nama Rasulullah Shallallahu’alahi Wa Sallam

Para pembaca yang dirahmati Allah dan semoga selalu ditunjuki oleh Allah menuju kebenaran. Perlu kita fahami bahwa berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam termasuk dosa besar karena beliau shallallahu ’alaihi wa sallam mengancam orang yang demikian dengan neraka. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ تَكْذِبُوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ يَكْذِبُ عَلَيَّ فَلْيَلِجِ النَّارَ.

“Dari ‘Ali, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah j, ‘Janganlah kamu berdusta atas (nama)ku, karena se-sungguhnya barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka pasti ia masuk Neraka.’” [HSR. Ahmad (I/83), al-Bukhari (no. 106), Muslim (I/9) dan at-Tirmidzi (no. 2660)]

عَنْ الْمُغِيْرَةِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ كَذِباً عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ.

“Dari Mughirah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Se-sungguhnya berdusta atas (nama)ku tidaklah sama seperti berdusta atas nama orang lain. Barangsiapa berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, maka hendak-lah ia mengambil tempat duduknya dari Neraka.” [ HSR. Al-Bukhari (no. 1291) dan Muslim (I/10), diri-wayatkan pula semakna dengan hadits ini oleh Abu Ya’la (I/414 no. 962), cet. Darul Kutub al-‘Ilmiyyah dari Sa’id bin Zaid.)]

Dari Salamah bin al-Akwa’ radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berkata-kata atas namaku padahal aku sendiri tidak mengucapkannya maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.” [HR. Bukhari, lihat al-Jam’u Baina ash-Shahihain, hal. 9]

  • Maksud berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu ialah: “Membuat-buat omongan atau cerita dengan sengaja yang disandarkan atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia mengatakan: ‘Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda atau mengerjakan begini dan tidak mengerjakan hal yang demikian.’”
  • Maksud ‘Hendaknya dia mengambil tempat duduknya di dalam neraka’. Yaitu untuk tinggal di dalamnya, ini adalah sebuah upaya pemeliharaan dan penjagaan sunnah Rasulallah agar tidak ada celah masuk selain perkataan beliau. Dan di dalam hadits ini menunjukan atas haramnya berbohong, dan keharaman itu akan berlipat lagi manakala kebohongan itu di sandarkan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Para pembaca yang dirahmati Allah, ingatlah orang yang berdusta dengan sengaja atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diancam akan masuk api Neraka. Oleh karena itu, wajib atas kita untuk ber-hati-hati jangan sampai terjatuh dalam dusta atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Semoga bermanfaat.

Referensi :

Terjemahan [Hadits-Hadits Pilihan Seputar Agama Dan Akhlak] Syaikh Muhammad bin Ali al-Jamaah, Pen. Abu Umamah Arif Hidayatullah

Kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M

[Artikel] Hadits Dho’if, Bolehkah Dijadikan Sandaran Hukum?, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)