Ketika Cinta Menyapa Relung Hati di Kampusku Bagian 1

Saudara-saudariku pembaca tercinta dimanapun berada, semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat Allah serta dalam anugrah semangat menuntut ilmu.

Sebuah perkara yang wajar adalah timbul rasa suka, rasa kagum atau rasa simpati yang menjadi awal benih-benih cinta tumbuh, kepada seorang teman kah? seorang adik tingkat kah? seorang kaka tingkat kah? seorang dosen kah? semua orang mempunyai potensi untuk mencintai dan dicintai dengan berbagai alasan awal.

Sebagai seorang muslim dan sebagai muslimah apa yang harus kita lakukan, ketika cinta itu menyapa relung dan bilik-bilik hati yang menjadikan hati condong kepada seseorang yang kita sukai? dan bagaimana agar rasa yang tumbuh tersebut menjadi sebuah rasa yang penuh keridhaan Allah Azza Wa Jalla? mari kita simak sebuah uraian sederhana namun semoga bermanfaat.

Ketika itu… cinta menyapa relung hati…. Aku jatuh cinta!

Saudara-saudariku, apakah perasaan ini terlarang dalam islam?

Tentu jatuh cinta tidak terlarang dalam islam sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan (syahwat), berupa: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan kebun (pertanian/perkebunan). Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). [QS.Al-Imran 14]

Jatuh cinta itu adalah perasaan yang wajar….

Bagaimana cara menyikapinya? Agar tidak melenceng dari syariat dan dalam ridhoNya, ingatlah ketika kita jatuh cinta itu adalah mula keseriusan dan keyakinan kita untuk mengahalalkan rasa tersebut.

Langkah pertama yang harus kita lakukan ketika timbul rasa suka atau rasa simpati kepada seseorang di kampus kita, biasanya karena setelah kita melihat tutur katanya, akhlaqnya, ibadahnya dan hal lainya yang menjadikan hati kita jatuh kepadanya yang diriringi tumbuhnya benih-benih cinta ialah hendaklah kita harus hubungi Allah. Kenapa?

Tidak ada pihak yang lebih baik dalam segala hal selain Allah, karena masalah cinta bukan masalah remeh, ini menyangkut masalah besar, menyangkut masa depan kita, ini menyangkut rumah tangga kita, ini bukan hanya menyangkut diri kita namun keluarga besar kita dan keluarga besar ia, menyangkut anak kita di masa depan dan seterusnya

Ketika ia menyapa relung hatiku dan aku jatuh cinta maka kembalikanlah kepada Allah terlebih dahulu, kenapa demikian? Karena Allah Ta’ala berfirman :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” [Al-Baqarah: 216]

Ingatlah dan bersabarlah, eloklah dalam bertindak jangan tergesa-gesa…

Bisa jadi pria yang kita kagumi itu tidak bagus untuk kita…

Bisa jadi pria yang kita sukai itu tidak baik untuk kita…

Bisa jadi wanita yang kita kagumi dan mempesona itu racun untuk kehidupan kedepan kita dan tidak baik untuk kita…

Saudara-saudariku yang semoga Allah rahmati, tidak ada yang mengetahui kecuali Allah…

Segera hubungi Allah….

Minta pentunjuk kepada Allah…

Berdoa kepada Allah….

Karena Allah Paling tahu siapa sosok yang cocok dan baik mendampingi kita dimasa depan kelak.

Allah ta’ala berfirman:
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tidak sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuudh)” [QS. Al-An’aam : 59].

Ingatlah ketika kita jatuh cinta, semua menjadi tampak tidak normal.

Cara berpikir dan cara mata memandang yang sedang jatuh cinta, semuanya akan terlihat baik, semua ada tafsirnya dan semuanya baik, sebagaimana pandangan mata kalau sudah tidak senang dengan seseorang maka segalanyapun bisa jadi buruk di mata kita.

ketika akan tidur ingat si dia… ketika mau makan ingat si dia… ketika berangkat ke kampus ingat si dia? stop dulu!  bukankah yang harus terus kita ingat adalah Allah bukan si dia, minta pertolonganlah kepada Allah agar keindahan tersebut dapat kita halalkan atas ridhaNya.

Jangan mengandalkan diri kita ketika kita sedang jatuh cinta, sehingga pada akhirnya kecewa.

Jangan langsung percaya kepada pandangan kita.

Intinya jangan sok tahu ketika jatuh cinta.

Jangan sok pintar ketika jatuh cinta.

Karena ketika jatuh cinta semuanya tampak tidak normal.

Kita sedang di mabuk cinta.

Segera hubungi Allah, konsultasikanlah  kepada Allah, jangan lupa tahajud, jangan lupa perbanyak berdoa dan jangan lupa istikharah.

Ingatlah! Karena ketika kita jatuh cinta, itu bukan main-main jadikan bentuk menghalalkan rasa itu dengan penuh keyakinan untuk membangun hubungan kisah kasih yang panjang dan kita berharap hubungan tersebut merupakan hubungan dunia akherat.

Cinta kita dengan ia ialah cinta yang mengharapkan dunia akhirat bersama.

Karena hidup dengannya di dunia tidaklah cukup…

Sehidup bersama didunia, dan sehidup bersama di surgaNya kelak….

Semoga Bermanfaat.

Referensi :

Terinspirasi dari materi kajian yang disampaikan guru kami Al-Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc Hafidzahullah dengan penambahan oleh penulis.

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)