Dahulukan Kaki Kiri Ketika Masuk dan Kaki Kanan Ketika Keluar Kamar Kecil / WC Bagian 2

Saudara-saudari pembaca sekalian yang semoga Allah rahmati, mungkin hal ini terlihat sepele namun bagi setiap mukmin tentu cara pandangnya tidak seperti itu, kita wajib mengikuti dan meneladani Rasulullah shallallahu’alahi wa salam termasuk dalam adab terkait hal ini yaitu masuk ke kamar kecil atau WC terlebih dahulu dengan kaki kiri dan keluar dari tempat tersebut dengan kaki kanan, kenapa harus kaki kiri ketika masuk itu? karena untuk dalam perkara yang baik-baik seperti memakai sandal dan menyisir, maka kita dituntunkan untuk mendahulukan yang kanan. Sebagaimana dalam hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha Nabi Shallallahu’alahi wa sallam,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap  perkara (yang baik-baik).”[HR. Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268, ]

Para pembaca yang semoga Allah rahmati, ingatlah disunnahkan mendahulukan kaki kiri ketika masuk, dan kaki kanan ketika keluar, karena adanya sunnah yang memerintah agar mendahulukan yang kanan untuk hal mulia, dan mendahulukan yang kiri untuk hal yang tidak mulia. Banyak riwayat yang menunjukkan hal tersebut secara global. [As-Sailul Jarraar (I/64)]

Asy Syaukani rahimahullah berkata terkait hal ini, “Adapun mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke tempat buang hajat dan kaki kanan ketika keluar, maka itu memiliki alasan dari sisi bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan yang kanan untuk hal-hal yang baik-baik. Sedangkan untuk hal-hal yang jelek (kotor), beliau lebih suka mendahulukan yang kiri. Hal ini berdasarkan dalil yang sifatnya global.”[As Sailul Jarrar, 1/64,]

Dari hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tadi, Syaikh Ali Basam berkata, “Mendahulukan yang kanan untuk perkara yang baik, ini ditunjukkan oleh dalil syar’i, dalil logika dan didukung oleh fitrah yang baik. Sedangkan untuk perkara yang jelek, maka digunakan yang kiri. Hal inilah yang lebih pantas berdasarkan dalil syar’i dan logika.”[Taisirul ‘Alam, Syaikh Ali Basam, hal. 26]

Semoga bermanfaat dan mari kita mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)