Wahai Para Pendidik Jagalah Lisan Kita

Bismillah, selamat sore rekan-rekan pendidik sekalian, tentu kita telah mengetahui anggota tubuh yang paling mudah digerakan adalah lisan, dan ia pula yang paling membahayakan diri, sehingga kita harus benar-benar menjaganya. Maka dari itu sebagai seorang pendidik yang mempunyai tujuan agar anak didiknya menjadi baik makan hendaklah kita mencontohkan dengan salah satu akhlak mulia ini yaitu selalu berkata yang baik dan bermanfaat kepada anak-anak didik kita. Ingatlah selalu Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]

Sebagai renungan bersama mari kita bermuhasabah diri dari sabda Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam berikut, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alahi wa salam bersabda,

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam” [HR. Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 74]

Al Imam Nawawi berkomentar tentang hadits ini ketika menjelaskan hadits-hadits Arba’in. Beliau menjelaskan, “Imam Syafi’i menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah apabila seseorang hendak berkata hendaklah ia berpikir terlebih dahulu. Jika diperkirakan perkataannya tidak akan membawa mudharat, maka silahkan dia berbicara. Akan tetapi, jika diperkirakan perkataannya itu akan membawa mudharat atau ragu apakah membawa mudharat atau tidak, maka hendaknya dia tidak usah berbicara”. Sebagian ulama berkata, “Seandainya kalian yang membelikan kertas untuk para malaikat yang mencatat amal kalian, niscaya kalian akan lebih banyak diam daripada berbicara”.

dalam sebuah riwayat lainya, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda.

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيْهَا يَهْوِى بِهَا فِي النَّارِأَبْعَدَمَا بَيْنَ الْمَسْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat”. [HR. Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6477 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 2988]

dan mari ingatlah sebuah wasiat Nabi kepada Muadz Radhiallahu’anhu,

Mu’adz bertanya kepada Rasulullah.

يَا نَبِّيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَا خَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ

“Wahai Nabi Allah, apakah kita kelak akan dihisab atas apa yang kita katakan ?”

Rasulullah bersabda.

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ?” [HR.At-Tirmidzi no. 2616]

Bahan renungan ini merupakan renungan pribadi pada khususnya namun semoga bermanfaat bagi rekan pendidik lainnya. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berusaha memperbaiki diri dan termasuk orang-orang yang Allah cintai.

Allahul Musta’an

Referensi:

Aktualisasi Akhlak Muslim : 13 Cara Mencapai Akhlak Mulia, Ummu Ihasn & Abu Ihsan al-Atsari, PIS, Jakart

Rifqon Ahlassunnah bi Ahlissunnah Penulis Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al Abbad Al Badr

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)