Pendidik Hendaklah Serasi Antara Ucapan dan Perbuatan

Sebagai seorang pendidik hendaklah kita benar-benar memperhatikan perkara ini, karena sebagaimana Allah Azza wa Jalla dalam firmanNya surat Shaff ayat 2 dan 3.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” [QS. As-Shaff: 2-3]

Ketika kita mengatakan, menyuruh, menganjurkan suatu kebaikan, atau memuji diri kita sendiri denganya, sementara hakikatnya kita tidak melakukanya? namun mengapa kita melarang dari yang buruk dan barangkali menyatakan diri kita bersih darinya, sementara kenyataannya kita terfitnah dengannya atau malah melakukannya? sesuatu sikap yang tidak pantas bagi orang-orang yang beriman, karena kita menyatakan sesuatu yang tidak kita perbuatan. Maka dari itu hendaklah kita selalu evaluasi diri terhadap setiap perkataan dan perbuatan kita apakah sudah sesuai atau belum, karena pasti dalam diri kita selalu ada kesalahan, kelalaian dan kekurangan.

Jundub bin Abdillah Al-Bajali mengatakan,

“gambaran yang tepat untuk orang yang menasihati orang lain namun melupakan dirinya sendiri adalah laksana lilin yang membakar dirinya sendiri untuk menerangi sekelilingnya.” [Jami’ Bayan Ilmi wa Fadhlih, 1/195]

Abdullah ibn Mas’ud mengatakan,

“semua orang itu pintar berbicara. Oleh karenanya siapa yang perbuatannya sejalan dengan ucapannya itulah orang yang dikagumi. Akan tetapi bila lain ucapan lain perbuatan itulah orang yang mencela dirinya sendiri.

Al-Hasan Bashri mengatakan,

“Nilailah orang dengan amal perbuatannya jangan dengan ucapannya. Sesungguhnya semua ucapan itu pasti ada buktinya. Berupa amal yang membenarkan ucapan tersebut atau mendustakannya. Jika engkau mendengar ucapan yang bagus maka jangan tergesa-gesa menilai orang yang mengucapkannya sebagai orang yang bagus. Jika ternyata ucapannya itu sejalan dengan perbuatannya itulah sebaik-baik manusia.”

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)