Mushtholah Hadits(2) – Karangan Yang Masyhur dalam Ilmu Mushtholah

KARANGAN-KARANGAN YANG MASYHUR DALAM ILMU MUSHTHOLAH

  1. Al-Muhaddits al-Faashil Baina ar-Rowi Wa al-Wa’i :
  2. Disusun oleh al-Qodhi Abu Muhammad al-Hasan bin Abdurrahman bin Khilaad ar-Romahurmuzii, wafat tahun 360 H. Tetapi kitabnya itu belum memuat pembahasan-pembahasan mushtholah seluruhnya. Dan ini adalah suatu keadaan bagi orang yang memulai penyusunan pada disiplin ilmu atau ilmu apapun secara biasanya.

  3. Ma’rifatu ‘Uluumil al-Hadits :
  4. Disusun oleh Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah al-Haakim an-Naisaabuuri, wafat tahun 405 H. Tetapi kitabnya belum memperbaiki pembahasan-pembahasan, dan tidak mengatur pembahasan-pembahasan itu dengan sistematika yang sesuai.

  5. Al-Mustakhroj ‘Alaa Ma’rifati ‘Uluumil al-Hadits :
  6. Disusun oleh Abu Nu’aim Ahmad bin Abdullah al-Ashbahaani, wafat tahun 430 H. Ia memperbaiki kaidah-kaidah disiplin ilmu ini yang terlewat dari kitab al-Haakim “Ma’rifatu ‘Uluumil al-Hadits”, di dalam kitabnya itu. Tetapi ia meninggalkan beberapa pembahasan yang memungkinkan bagi orang yang mengikuti jejaknya untuk memperbaiki kitabnya juga.

  7. Al-Kifaayah Fi ‘Ilmi ar-Riwaayah :
  8. Disusun oleh Abu Bakr Ahmad bin Ali bin Tsaabit al-Khothib al-Baghdadi al-Masyhur, wafat tahun 463 H. Merupakan sebuah kitab yang penuh dengan tulisan permasalahan-permasalahan disiplin ilmu ini, dan penjelasan kaidah-kaidah riwayat, serta dianggap termasuk sumber-sumber yang besar bagi ilmu ini.

  9. Al-Jaami’ Li-akhlaaqi ar-Rowi Wa adaabi as-Saami’ :
  10. Disusun oleh al-Khothib al-Baghdadi juga, dan sebuah kitab yang membahas adab-adab periwayatan sebagaimana hal itu jelas dari judul kitabnya dan tidak ada bandingannya dalam babnya. Dan bernilai di dalam pembahasan-pembahasan dan isinya. Dan sedikitnya disiplin ilmu dari ilmu-ilmu hadits melainkan al-khothib telah menyusunnya di dalam sebuah kitab. Maka keadaannya sebagaimana ucapan al-Haafizh Abu Bakr bin Nuqthoh : “Setiap orang yang berlaku adil mengetahui bahwa para ahli hadits setelah al-Khothib merasa kecil atas kitab-kitabnya”.

  11. Al-Ilmaa’ Ilaa Ma’rifati Ushuuli ar-Riwaayati Wa Taqyiidi as-Simaa’i :
  12. Disusun oleh al-Qodhi ‘Iyadh bin Musa al-Yahshibi, wafat tahun 544 H. Adalah sebuah kitab yang tidak mencakup semua pembahasan mushtholah. Bahkan pembahasan tentang tatacara membawa dan menyampaikan hadits sangatlah ringkas dan juga pembahasan yang bercabang darinya. Tapi merupakan sebuah kitab yang bagus pada babnya dan baik sistematikanya.

  13. Maa Laa Yasa’u al-Muhadditsa Jahluhu :
  14. Disusun oleh Abu Hafs Umar bin Abdul Majid al-Mayanaji, wafat tahun 580 H. Merupakan satu juz kecil yang tidak terlalu besar faedahnya.

  15. Uluumul al-Hadits :
  16. Disusun oleh Abu Amr Utsman bin Abdurrahman asy-Syahrozuri yang populer dengan Ibnu Sholah, wafat tahun 643 H. Dan kitabnya ini masyhur diantara para ulama dengan “Muqaddimah Ibnu ash-Sholah” termasuk sebuah kitab yang paling bagus dalam ilmu mushtholah. Penyusunnya (Ibnu Sholah) mengumpulkan di dalam kitabnya pembahasan-pembahasan yang terpisah-pisah satu sama lainnya dari kitab-kitab al-Khothib dan para ulama yang mendahuluinya, maka merupakan sebuah kitab yang penuh dengan faedah-faedah. Tetapi ia tidak menyusun kitabnya secara sistematis karena ia mendiktekannya sedikit demi sedikit. Walaupun begitu kitabnya tersebut merupakan sandaran para ulama yang datang setelahnya. Maka berapakah yang diringkas kepadanya dan ia yang merangkaikan, juga yang membantah kepadanya dan ia yang menang.

  17. At-Taqrib Wa at-Taisiir Lima’rifati Sunani al-Basyiiri an-Nadziiri :
  18. Disusun oleh Muhyiddin Yahya bin Syarof an-Nawawi, wafat tahun 676 H. Dan kitabnya ini ringkasan kitab “Uluumul al-Hadits” karya Ibnu Sholah. Merupakan kitab yang bagus, tetapi terkadang gaya bahasanya sulit dimengerti.

  19. Tadribu ar-Rowi Fi Syarhi Taqribi an-Nawawi :
  20. Disusun oleh Jalaluddin Abdurrohman bin Abu Bakr as-Suyuti, wafat tahun 911 H. Dan merupakan syarah (penjelasan) kitab Taqrib an-Nawawi sebagaimana hal itu jelas dari namanya. Penyusunnya (As-Suyuti) mengumpulkan faedah-faedah pembahasan yang banyak di dalam kitabnya itu.

  21. Nazhmu ad-Durori Fi ‘Ilmi al-Atsar :
  22. Penyusunnya adalah Zainuddin Abdurrohim bin al-Husain al-‘Iroqi, wafat tahun 806 H. Dan populer dengan nama “Alfiyah al-‘Iroqi” syair “Uluumul al-Hadits” karya Ibnu Sholah, dan tambahan darinya. Merupakan kitab yang bagus dan banyak faedahnya. Juga terdapat beragam syarah (penjelasan) atas kitab itu, diantaranya dua syarah (penjelasan) dari penyusunnya sendiri.

  23. Fathu al-Mughits Fi Syarhi Alfiyah al-Hadits :
  24. Penyusunnya adalah Muhammad bin Abdurrahman as-Sakhowi, wafat tahun 902 H. Merupakan syarah (penjelasan) atas alfiyah al-Iroqi. Dan termasuk kitab yang paling lengkap dan bagus dari syarah-syarah alfiyahnya Iroqi.

  25. Nukhbatu al-Fikr Fi Mushtholahi Ahli al-Atsari :
  26. Disusun oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqolani, wafat tahun 852 H. Merupakan juz (bagian) kecil sangat ringkas. Tetapi termasuk ringkasan-ringkasan yang paling bermanfaat dan sangat bagus sistematikanya. Mu-allif / penyusun kitab (Ibnu Hajar) telah menciptakan di dalam kitabnya itu suatu metode sistematika yang belum pernah ada sebelumnya. Dan mu-allif (Ibnu Hajar) telah mensyarahnya (menjelaskan) dengan sebuah syarah yang dinamakan “Nuzhatu an-Nazhor” sebagaimana ulama lain mensyarahnya.

  27. al-Mandzumah al-Baiquniyah :
  28. Disusun oleh Umar bin Muhammad al-Baiquni, wafat tahun 1080 H. Dan merupakan syair-syair yang ringkas, karena tidak melebihi tiga puluh empat (34) bait. Dihargai termasuk ringkasan-ringkasan yang bermanfaat dan populer, dan terdapat syarahnya yang bermacam-macam.

  29. Qowa’idu at-Tahdits :
  30. Disusun oleh Muhammad Jamaluddin al-Qosimi, wafat tahun 1332 H. Merupakan sebuah kitab yang ditulis dan bermanfaat.

Dan ada beberapa karangan lainnya lagi yang banyak, akan terlalu panjang jika disebutkan. Saya (Dr. Mahmud Thohan) meringkasnya dengan menyebutkan yang masyhurnya saja. Maka semoga Allah membalas semuanya, kita dan kaum Muslimin dengan sebaik-baik balasan.

Diterjemahkan dari kitab :  Taisir Musthalahul Hadits

Penerjemah : Abu Abdirrahman

Leave a Reply

Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 13 Desember 2017
Kajian Islam Ilmiah Syarah Kitab Arbai’n An’Nawawi 29 Nov 2017
Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG