Janganlah Umbar Pandanganmu, karena ia berbahaya bagi hatimu.

Saudara-saudariku yang semoga Allah rahmati dimanapun anda berada, tidak sedikit dari kita sering melakukan hal ini dan terperosok di dalamnya namun tidak sedikit juga yang diberikan pertolongan oleh Allah mampu menjaga dan ada juga yang berhasil lepas dari hal ini. Hal yang terkadang dengan mudahnya kita terperosok kedalamnya dan mengikutinya, dengan anugrah yang di berikan Allah kepada kita ini, kita gunakan untuk memandang yang sesuatu yang paling berbahaya bagi hati kita.

Ibnu Qayyim berkata,

Siapa yang suka mengumbar pandangan matanya, maka penyesalan yang dia rasakan tiada henti-hentinya. Sesuatu yang paling berbahaya bagi hati adalah mengumbar pandangan, karena dia akan melihat apa pun yang dicarinya dan tidak bersabar. Itulah derita dan siksaaan yang dia rasakan [1].

Dalam sebuah syair [1],

Selagi pandangan matamu berkeliaran

segala pemandangan kan membebani hati

kau pandang segala sesuatu di luar kemampuan

sebagian lain tiada kesabaran lagi

Saudara-saudariku yang aku cintai karena Allah, pandangan akan menyusup ke dalam hati seperti anak panah yang meluncur saat dibidikan. Jika tidak membunuh, tentu anak panah akan membuat luka atau pandangan itu seperti bara api yang dilemparkan ke dahan-dahan kering, jika tidak membakar semuanya, tentu ia akan membakar sebagian di antaranya [1].

Dikatakan dalam sebuah syair [1],

Segala peristiwa berawal dari pandangan mata

jilatan api bermula dari setitik bara

berapa banyak pandangan yang membelah hati

laksana anak panah yang melesat dari tali

selagi manusia masih memiliki mata untuk memandang

dia tidak lepas dari bahaya yang menghadang

senang di permulaan dan ada bahaya di kemudian hari

tiada ucapan selamat datang dan ada bahaya saat kembali

Orang yang memandang melepaskan pandangan dengan anak panah seperti yang dimaksudkan hatinya, sementara dia tidak menyadarinya, yang pada hakikatnya dia melepaskan hatinya.

Dalam syair lainnya [1],

Wahai orang yang melepaskan anak panah sesaat

engkaulah sang pembunuh namun tiada mengena

wahai orang yang mengumbar pandangan tuk mencari obat

kau datang dengan membawa kayu bakar yang membara

Ya Allah… berikan kami pertolongan dan kekuatan untuk menjaga pandangan kami serta ampunilah kami dari banyaknya dosa yang telah kami lakukan, hanya kepada Engkau Ya Rabb Maha Pengampun kami memohon ampunan dan hanya kepada-Mu Ya Rabb tempat bersimpuh kami.

[1] Judul Asli : Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah [Judul Indonesia : Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu: Darul Falah, 2012]

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)