Cara Memahami Hadits Nabi Yang Baik Dan Benar

Cara Memahami Hadits Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi Wassalam

Apakah Penting bagi kita  untuk mengetahui cara memahami hadits nabi yang baik dan benar?

jawabanya adalah sangat penting, mengapa?

Karena banyak orang-orang yang membaca Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Nasa’i, imam Tirmidzi dan seterusnya. yang itu semua meruapakan kitab yang haq, kitabnya para ulama, kitabnya salafus sholeh, tapi hasilnya apa? mereka mengatakan “siapa pun yang tidak sependapat dengan kami kafir, siapa pun yang tidak berbait kafir, najis, haram bagi kita shalat di masjid-masjid mereka dan jika mereka shalat di masjid-masjid kita harus segera dibersihkan” . padahal bacaan meraka itu Kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Nasa’i,  imam Tirmidzi dan setersunya.

Kenapa hal ini bisa terjadi? jawabnya adalah karena mereka Memaknai  qola Allah Dan qola Rosul  yang terdapat pada Al-Quran dan Sunnah hanya  sebatas itu saja (sebatas artinya saja)  padahal seharusnya adalah memahami qola Allah Dan qola Rosul  yang terdapat pada Al-Quran dan Sunnah harus sesuai dengan pemahan para Sahabat.  inilah yang tidak mereka lakukan, inilah kesalahan terbearnya, jika memaknai firaman Allah dan Sabda Rosul saja sudah salah Insya Allah kesananya Pasti salah.  kalo saja mereka mau memahami Al-Quran Dan Sunnah  sesuai dengan pemahaman para sahabat pasti jika terjadi sebuah permasalahan atau perselisihan mudah menyelesaikannya tinggal kembali lagi kepada Al-quran dan Sunnah, mudah bukan dan dijamin tidak akan ada perselisihan, syaratnya cuma satu mereka harus mau rujuk kepada Al-Quran dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman para sahabat

Contoh jika ada yang berselisi tentang masalah Aqiqah apakah orang dewasa yang belum di Aqiqah harus di Aqiqah mereka berselisih tentang masalah tersebut karena ada haditsnya dari nabi,karena nabi melakukannya. lalu apa yang sebaiknya kita lakukan? jika kita bukan ahlinya maka serahkan saja pada yang lebih ahli kalo kita bukan dokter jangan ngaku-ngaku dokter dan seenaknya aja ngasih obat ke orang yang sakit, begitu pula dalam memahami hadits kalo ada masalah kembalikanlah kepada yang lebih ahli yaitu para sahabat nabi Shallahu ‘alaihi Wassalam. Apakah Abu Bakar, Umar, zubair mengaqiqahkan dirinya ketika sudah dewasa? kalo iya maka itulah Al-Haq kalo tidak maka itu khusus untuk nabi Shallahu ‘alaihi Wassalam. Berapa banyak perbuatan nabi yang tidak boleh kita lakukan. inilah alasan mengapa kita harus memahami hadits nabi sesuai dengan pemahaman para sahabat Radhiallah Anhum.

mereka yang anti bid’ah, anti Khurafat, Anti Syirik. mereka banyak yang  tidak paham mengapa harus mengikuti pemahaman para sahabat padahalkan nabi bersabda

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).

dalam hadits di atas nabi  mengatakan cuma dua perkara bukan tiga atau empat, kenapa bawa-bawa pemahaman para sahabat. jawabanya adalah karena ada banyak perbuatan nabi yang kita tidak boleh mengikutinya. apa buktinya?  buktinya adalah seperti puasa yang disambung. yaitu beliau berpuasa ketika magrib tiba belau tidak makan dan minum apa-apa nyambung terus sampe waktu sahur, bolehkah kita melakukannya? semua pasti tau jawabanya adalah tidak boleh, mengapa? karena tidak ada satu pun sahabat yang melakukannya. contoh lainnya adalah nikah dengan istri lebih dari emapat, kemudian meletakan pelepah kurma di atas kubur dengan harapan mayat yang berada dibawa kubur yang disiksa diperingan siksanya ini semua adalah perbuatan nabi dan tidak ditiru oleh para sahabat. kalo itu sunnah mustahil para sahabat tidak melakukannya karena para sahabat adalah orang-orang yang paling bersemangat melakukan sunnah. maka apapun yang dilakukan oleh para sahabat adalah Al-Haq dan apapun yang tidak dilakukan oleh para sahabat bukanlah suatu kebaikan.

ingatlah kaidah penting berikut ini

لو كان خيرا لسبقون اليه

“Lau Kaana Khairan Lasabaquuna ilaihi”

Seandainya perbuatan itu baik, maka Rasulullah, para Sahabat, Tabi’in dan Tabiut Tabi’in pasti mereka lebih dahulu mengamalkannya daripada kitaSeandainya perbuatan itu baik, maka Rasulullah, para Sahabat, Tabi’in dan Tabiut Tabi’in pasti mereka lebih dahulu mengamalkannya daripada kita

 

artikel ini merupakan ringkasan  dari kajian Ust. Muhtarom  dengan tema Cara Memahami Hadist Nabi yang diselenggarakan oleh Yayasan Ihya’u Al-Sunnah Bandung di Masjid Besar Cipaganti Bandung pada hari Sabtu, 11 Januari 2014 pukul 16.30- menjelang Maghrib

silahkan download rekaman kajiannya disini

Leave a Reply

Daftar Kajian Tashfiyah
PENDAFTARAN PESERTA WISMA MUSLIM UPI BANDUNG
Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Al-Dauroh Kitab Bulughul Maram: “Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk” Bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A
INFO KAJIAN GEGERKALONG (Sabtu 24 SAFAR & Ahad 25 Safar 1437)